Headlines News :
Home » » JELANG RAMADHAN, PERAJIN SONGKOK KEBANJIRAN PESANAN

JELANG RAMADHAN, PERAJIN SONGKOK KEBANJIRAN PESANAN

Written By Arifin Zakaria on Senin, 25 Juni 2012 | 19.42

Gresik| GresikNews1Menjelang bulan Ramadhan, Para pengrajin Songkok atau Peci di Gresik kebanjiran pesanan. Pesanan yang datang peningkatannya hingga 400 persen dari hari-hari biasanya. Pernyataa ini disampaikan oleh salah seorang Pengrajin songkok dan Peci di daerah Pekauman Gresik, Achmad Fathoni(31). 

Dia menambahkan, jika pada bulan-bulan biasa sebelum menjelang Ramadhan, jumlah order yang diterimanya hanya berkisar antara 100 hingga 200 songkok per bulannya. Namun, begitu memasuki bulan Juni atau menjelang bulan suci Ramadhan tiba, jumlah order yang diterimanya meningkat hingga 800 sampai 1000 songkok setiap bulannya.'Jika dibandingkan dengan bulan biasa, jumlah order songkok menjelang bulan ramadhan meningkat 5 kali lipat,'kata pria lajang tersebut.

Peningkatan order tersebut,lanjutnya disebabkan peningkatan permintaan ditingkat konsumen. "saat Ramadhan tiba biasanya masyarakat banyak yang membeli songkok dan perlengkapan ibadah yang lain. Bahkan sampai menjelang Idul Fitri nanti peningkatan itu semakin besar. Disini konsumen banyak membeli perlengkapan ibadah untuk hadiah sanak keluarga atau koneksinya" ujar Achmad lagi.

Beberapa pedagang baru banyak datang ke Sentra songkok di Gresik. Merekasebelumnya tidak pernah membeli songkok, akhir-akhir ini banyak yang memesan songkok atau peci kepadanya. Mereka datang dari luar kota di Jawa Timur. Bahkan menurut Fatoni beberapa pedagang lain dari luar Jawa Timur juga banyak yang datang. Beberapa pedang
daridaerah seperti Cirebon(Jawa Barat), Magelang dan Jogjakarta (Jawa Tengah), Surabaya, Blitar, Tulungagung, Madiun serta Kediri (Jawa Timur). 


Meski ada peningkatan pemesanan namun toh demikian Ahmad
Fathoni tidak bisa menaikkan harga. Padahal saat menjelang Ramadhan ini biasanya
ada kenaikan harga. Menuurutnya hargajualSongkok hasil produksinyatetap seperti
sebelumnya." Kami
masih menjual dengan harga normal karena tidak ada alasan untuk menaikkan
harga. Harga bahan
bakunya tetap normal, begitu juga biaya untuk proses produksi dan
distribusi atau pengirimannya juga masih normal"jelas alumnus IAIN Sunan
Ampel Surabaya tersebut. 


Masih menurut Achmad Fathoni, Songkok produksinya yang paling murah dijual dengan harga Rp. 12.500 per biji, sedang songkok yang paling mahal Fatoni mematok harga Rp. 30.000 rupiah. 'Kebanyakan Songkok yang banyak dipesan antara harga Rp20 ribu hingga Rp30 ribu,"ucapnya. Arz/TIM.
Share this post :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Gresik News 1 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger