Headlines News :

Media Online Partner

Facebook Pages

Popular Posts

UN Diperketat Tunjukkan Turunnya Tingkat Kepercayaan Publik

Gresiknes1,Surabaya -  Upaya pemerintah melibatkan banyak pihak seperti kepolisian dan perguruan tinggi untuk memperketat pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tidak sepenuhnya mendapatkan respon positif dari publik.

Prof. Aminuddin Kasdi, Ketua Masyarakat Sejarah Indonesia pada Gresiknews1 mengaku sangat prihatin dengan pelaksanaan UN dari waktu ke waktu.

Menurut dia, pelaksanaan yang sudah terintervasi oleh berbagai pihak seperti pihak keamanan menunjukkan adanya penurunan tingkat keprcayaan publik pada guru dan pihak penyelenggara.

Dari pengamatannya, penurunan ini terjadi semenjak guru tidak lagi menjadi sebuah profesi dan panggilan jiwa, tapi sebagai jenis pekerjaan semata.

"Yang jadi guru sekarang kebanyakan dari kelompok masyarakat menengah kebawah, sehingga profesi guru semata dipandang sebagai pekerjaan untuk mencukupi kebutuhan hidup. Akibatnya aspek idealis seorang pendidik jadi terabaikan," terangnya.

Pemerintah dan pendidik, ia melanjutkan, harusnya bisa mengajak masyarakat terutama orang tua wali untuk lebih berpikir dewasa.

Sangat tidak wajar, katanya, jika pemerintah mematok nilai minimal kemudian menyatakan sekarang tidak ada anak yang tidak lulus ujian karena sudah mendapatkan pembekalan yang maksimal.

"Itu justru membebani, dalam ujian kalau ada yang tidak lulus itu wajar dan harusnya dicari penyebabnya dan solusinya. Jangan mengamuk dan bertindak irrasional," tukasnya.

Aminuddin juga sempat menggambarkan perbedaan pelaksanaan Ujian Akhir di Indonesia dan negara maju. Menurutnya di Indonesia, patokannya yang penting lulus dulu.

Sedangkan di negara maju, gelar tidak jadi prioritas utama. Karena pendidik lebih fokus setelah lulus bisa kerja dimana atau bisa menciptakan lapangan pekerjaan apa.

Akibatnya di Indonesia, para lulusan tersebut kebingungan menentukan langkah berikutnya. "Meski nilai bagus terkadang masih susah cari pekerjaan dan tentu ini akan kembali jadi beban pemerintah," jelasnya.(ARZ)

Nyalip Truk, Motor Vs Motor, 1 Tewas

Gresiknews1,GRESIK - Seorang perempuan muda tewas dalam kecelakaan lalu-lintas yang terjadi di Jalan Raya Desa Masangan Kecamatan Bungah. 

Informasinya, kecelakaan berawal ketika sepeda motor Yamaha Jupiter Nopol W-6247-KU, yang dikendarai Dewi Alfiana (16), warga RT 03 RW 01 Desa Bedanten Kecamatan Bungah, berboncengan dengan tetangganya bernama Nisful laili (16). 

Keduanya berjalan dari arah timur ke barat. Pada saat ditempat kejadian, Dewi berusaha menyalip truk yang tidak diketahui nomer polisinya dari samping kanan 

Kendati pandagannya kurang leluasa tetapi Dewi tetap berusaha mendahului. Celakanya,dari arah berlawanan muncul sepeda motor Honda Legenda nopol W-5507 -AN yang dikendarai Mat Amiludin (38) warga Desa Madumulyorejo, Kecamatan Dukun membonceng Nurul Huda dan Rafa Industri Putra.. 
Karena jaraknya terlalu dekat, tabrakan keras tak terhindarkan. Dalam kecelakaan itu, Nisful Laili, mengalami luka berat dan meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit. 

"Korban kurang memperhatikan pandangan depan saat mendahului kendaraan truk yang di salip, sehingga menabrak pengendara sepeda motor dari arah berlawanan, satu korban meninggal dunia "kata Kanitlaka Satlantas Polres Gresik, Iptu Toni Irawan, mewakili Kasatlantas AKP Achmad Faisol Amir kepada awak media, Senin (14/04).(ARZ)

Banyak Jalan Rusak, Gresik Gelontor Dana Rp 206 Miliar

Gresiknews1,Gresik - Imbas masih banyaknya jalan dan jembatan rusak membuat Pemkab Gresik menggelontorkan dana sebesar Rp 206,4 miliar. Angka tersebut naik dibanding tahun lalu yang mencapai Rp 122, 58 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Gresik, Bambang Isdianto mengatakan, total panjang jalan di Kabupaten Gresik mencapai 626,01 kilometer. Rinciannya, jalan negara 67,37 kilometer, jalan provinsi 46,48 kilometer, dan jalan kabupaten 512,16 kilometer.

"Dari jumlah itu tak semuanya jalan yang ada itu baik, dari jumlah tersebut 21,33 persen diantaranya dalam kondisi rusak berat," katanya, Selasa (15/04/2014).

Ia menambahkan, beberapa faktor kerusakan jalan yang terjadi di Kabupaten Gresik diakibatkan karena kondisi drainase permukaan jalan. Mutu pelaksanaan konstruksi pembangunan jalan yang kurang bagus.

"Selain faktor kedua itu adanya kelebihan beban pemakai jalan serta peningkatan kuatitas pengguna jalan juga jadi penyebab jalan dan jembatan cepat rusak," tambahnya.(ARZ)

Dua Spesialis Pencurian Motor Dibekuk Polres Gresik

Gresiknews1, GRESIK - Rendi Kristian (22), warga Jl Kapten Dulasim, Kelurahan Singosari dan Adi Nopit (18), warga Jl Tanjung Harapan, Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, diamankan di Polres Gresik setelah diketahui akan transaksi motor curian, Selasa (15/4/2014).

Tertangkapnya dua pemuda tidak tamat SMP dan SD itu berawal dari informasi masyarakat bahwa di Jl Raya Glagah, Lamongan, akan dilakukan transaksi jual beli motor hasil curian dari wilayah Gresik.
Setelah diselidiki ternyata benar, bahwa ada dua pemuda yaitu Rendi dan Adi sedang nongkrong di tepi Jl Raya Glagah. Dua pemuda tersebut langsung dimintai keterangan dan surat-surat kendaraan, termasuk nomor mesin. Ternyata benar, motor Suzuki Satria FU W 3729 MN milik Rino warga Desa Sekarkurung, Kecamatan Kebomas, Gresik.

"Setelah dikembangkan, ternyata aksi pencurian itu sudah dilakukan sebanyak 10 kali," kata Kapolres Gresik AKBP E Zulpan, melalui Kabag Humas Polres Gresik, AKP Tatik Sugiati, dengan didampingi Kasatreskrim AKP Ayub Diponegoro Azhar.

Atas perbuatan tersebut, kedua tersangka Rendi Kristian (22) dan Adi Nopit dikenakan Pasal, 363 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman penjara paling lama 7 tahun.

Barang bukti yang diamankan yaitu sebuah motor Suzuki Satria FU W 3729 MN , sebuah motor Suzuki Satria tanpa plat nomor polisi, motor Yamaha Vega Nopol W 3588 DK, dan honda Mega Pro nopol W 2317 FO.

Pengakuan dari Rendi, yang menjadi otak aksi curanmor ini mengatakan, aksi pencurian ini karena berhenti menjadi sopir truk angkutan air bersih yang mengirim ke kapal-kapal di Pelabuhan Gresik.

"Awalnya coba-coba dengan menggunakan kunci motor Satria, ternyata bisa digunakan ke sesama motor Satria. Seketika itu juga langsung membawa motor Satria yang diparkir di depan rumah," kata Rendi.

Setelah berhasil menjual motor hasil curian, uangnya digunakan untuk minum-minuman keras dan ngopi.(ARZ)

Lokalisasi Dolly Akan Resmi Ditutup Pada Juni 2014

Gresiknews1,Gresik - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur (Jatim), memastikan akan tetap menutup lokalisasi prostitusi Dolly pada Juni 2014. Pemkot Surabaya bahkan telah mengajukan anggaran untuk rehabilitasi Dolly ke Kementerian Sosial (Kemsos).

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan bahwa ia telah bertemu pihak Kementerian Sosial (Kemensos) Indonesia untuk memastikan bahwa anggaran untuk rehabilitasi Dolly selesai sebelum tempat prostitusi itu ditutup pada bulan Juni.

"Program rehabilitasi ini berupa pemberian bekal sebelum para PSK (pekerja seks komersil) ini pulang kembali ke kampung halaman atau menekuni profesi lain," kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Jumat (11/4).

Saat ini, kata Risma, pemkot Surabaya, pemerintah provinsi dan Kementerian Sosial terus memverifikasi jumlah PSK di Dolly. Dia menyebutkan sekitar seribua pekerja seks komersial (PSK) Dolly, tercatat sebanyak 375 PSK yang sudah sudah terverifikasi untuk program rehabilitasi tersebut.

Rencananya, setiap PSK nantinya mendapat dana sebesar Rp 5 juta. Rehabilitasi yang juga dilakukan berupa pemberian latihan ketrampilan seperti menjahit dan beberapa keahlian lain. Sehingga, ketika sudah tidak lagi menjadi PSK, mantan PSK Dolly bisa hidup dari ketrampilan yang dimiliki.

‘’Untuk nilai anggaran (untuk rehabilitasi Dolly) masih diverifikasi oleh Kemensos, namun kami berharap anggaran itu cair sebelum Juni,’’ katanya saat ditemui wartawan di Surabaya, Jumat (11/4).

Sebelumnya sudah ada empat lokalisasi yang sudah ditutup, di antaranya Klakahrejo, Sememi, Morokrembangan, dan Dupak Bangunsari. Sekarang, tinggal Dolly dan Jarak di Kecamatan Sawahan yang masih buka.

Namun Risma mengakui ada banyak kendala dalam penutupan Dolly dan Jarak. Ada saja pihak tertentu yang menghalang-halangi. Sayang, Risma tidak menyebut pihak mana yang dimaksud.

"Selain itu, jumlah PSK yang cukup banyak di Dolly dan Jarak juga menjadi kendala. Kalau yang lain-lain itu kan jumlahnya sedikit. Mungkin 100 hingga 300 PSK. Nah, di Dolly ini ribuan," katanya.

Sepanjang tahun ini, pemerintah telah menyiapkan dana lebih dari Rp27 miliar untuk rehabilitasi eks wilayah lokalisasi di Surabaya, yakni Klakahrejo, Sememi, Morokrembangan, dan Dupak Bangunsari.(ARZ)

Suyoso Gantung Diri Di Lantai Dua Rumahnya

Gresiknews1,Gresik - Suyoso (45), warga Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Gresik, Jawa Timur, gantung diri di lantai dua rumahnya, Minggu (13/4/2014).

Istri Suyoso, Suciati, melihat jasad suaminya menggantung di kayu plafon dengan tali pramuka. Kejadian tersebut berawal saat istri korban akan menawari makan siang kepada suaminya yang ada di lantai dua.

Suciati lantas berteriak meminta pertolongan kepada tetangga sekitar, untuk membantu menurunkan jasad suaminya. Perangkat desa, langsung melaporkan ke Polsek setempat.

"Siangnya, korban baru pulang menggunakan motor. Kemudian saat istrinya menawari makan siang di lantai dua, suaminya sudah gantung diri," kata Sukarman (40), tetangga korban saat melayat di rumah korban.

Korban yang mempunyai tiga anak ini, sempat bertanya lowongan pekerjaan sopir. Sebab, korban baru berhenti bekerja sebagai sopir truk.

"Pak Su, bersama istrinya duduk-duduk di belakang rumah, terus menanyakan pekerjaan menjadi sopir," imbuhnya.

Setelah dilaporkan ke Polsek Cerme, tim identifikasi Polres Gresik langsung datang ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk mencari penyebab gantung diri.(ARZ)

"Korban murni gantung diri menggunakan tali pramuka warna putih. Tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Korban langsung dimakamkan oleh pihak keluarga," kata Kasatreskrim Polres Gresik, Ajun Komisaris Ayub Diponegoro Azhar.

Bawaslu dan Polda Jatim Selidiki Kasus Coblosan Rekayasa di Sampang

Gresiknews1,Surabaya - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan Polda Jatim turun langsung ke Desa Bira Barat, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang. Ini dilakukan untuk menindaklanjuti dugaan TPS fiktif dan ribuan surat suara tercoblos tanpa melalui prosedur di desa tersebut.

"Berdasarkan data dan informasi yang kita dapat dari hasil klarifikasi, kami memutuskan pada hari ini tim dari Bawaslu provinsi dan Polda Jatim turun ke Desa Bira Barat, untuk penambahan data dan informasi dari masyarakat," kata Anggota Bawaslu Jatim Andreas Pardede  di kantornya, Jalan Tanggulangin, Surabaya, Selasa (15/4/2014).

Andreas menerangkan, ada 3 hal yang akan ditelesuri oleh gabungan dari tim Bawaslu dan Polda Jatim. Pertama, dugaan 2 TPS fiktif di TPS 8 dan TPS 10. Kedua, tidak ada TPS lain di desa tersebut, padahal seharusnya ada 17 TPS. Ketiga, dugaan bahwa sekitar pukul 09.00-10.00 wib (pada hari pencoblosan 9 April 2014), sudah dilakukan rekapitulasi suara.

Berdasarkan C-1 yang diterima Bawaslu Jatim, warga Desa Bira Barat yang masuk dalam DPT sebanyak 4.169 orang. Dan yang menggunakan hak suaranya sekitar 90 persen. Anehnya, surat suara yang sudah dicoblos, hanya untuk caleg tertentu dan 4 anggota DPD RI.

Ketika ditanya mengenai adanya dugaan unsur pidana kasus di Desa Bira Barat tersebut, katanya, akan dikoordinasikan dengan Gakkumdu. "Kalau sudah jelas akan diditindaklanjuti dari sisi aspek pidananya," tandasnya.(ARZ)

Korupsi Penjualan Asset Pemkab.Jember

Gresiknews1,Jember - Dugaan Turunnya Putusan Mahkamah Agung atas 3 Terdakwa Korupsi Penjualan Asset Pemkab.Jember Tanah eks Brigif.9 Rp.20 Milyar & Rugikan Negara Rp.11 Milyar, masing2 Dipidana +- 6 Tahun Penjara krn Terbukti Bersalah Ikut Serta Membantu Melakukan Korupsi : (1)Drs.Djoewito.MM (mantan Sekda) No.Perkara : PDS - 05/JEMBER/08/2011. (2)Soediyanto.SH.(Kabag.Pemkab.Jember) No.Perkara : PDS - 06/JEMBER/08/2011. (3)Drs.Hasyi Madani(mantan Asisten.I) No.Perkara : PDS - 07/JEMBER/08/2011. LSM Gempar Desak Kejati Jatim/Kejari Jember sgr Eksekusi Terpidana tsb sbg Melaksanakan Pasal.270 KUHAP, LSM Gempar Himbau Kejati Jatim sgr Periksa&Tahan Bupati Jember Ir.MZA.Djalal krn Diduga "Menyalahgunakan Wewenang" terkait Terbitnya SK.Bupati Nomor : 188.45/130/012/2008 tentang "Penghapusan & Pelepasan Asset Pemkab.Jember Tanah eks Brigif.9". Penjualan Asset tsb Tidak Ada Persetujuan DPRD II Jember.(ARZ)

KIPP : Angka Golput di Gresik Turun

Gresiknews1,Gresik - Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menyebut angka "golput" atau pemilih yang tidak menggunakan hak suaranya di wilayah itu turun, dari 30 persen saat pemilihan gubernur (pilgub), menjadi 28 persen saat pemilu legislatif (Pileg).

Ketua KIPP Gresik, Makmun S Thi, Jumat mengatakan, turunnya angka golput pada Pileg 2014 di Gresik, mayoritaskarena pemilih termotivasi dengan uang yang ditawarkan atau "money politic" pada caleg.

"Dalam presentasi temuan yang dilakukan tim KIPP Gresik, angka golput turun dari 30 persen menjadi 28 persen, namun alasannya, kami menemukan 80 pemilih Pileg 2014 termotivasi uang," kata Makmun kepada wartawan saat ditemui di Sekretariat KIPP Gresik Blok E3-7.

Sehingga, Makmum menganggap kualitas Pileg 2014 masih jauh dari harapan, karena para konstestan pileg menggunakan azas menghalalkan segala cara, salah satunya dengan politik uang.

"Kami melihat para kontestan pileg menggunakan azas menghalalkan segala cara, sampai melakukan intimidasi kepada pemilih," katanya.

Lebih lanjut, Makmum akan membawa temuan tim KIPP Gresik ke Panwaslu serta KIPP Provinsi Jawa Timur, sehingga bisa ditindaklanjuti.(ARZ)

Kasek di Sidoarjo Gelapkan Dana Intensif Guru

Gresiknews1,Sidoarjo - Terduga melakukan penggelapan dan markup dana bantuan intensif guru di SMA Darrusalamah Krian, terdakwa M Thofur Kepala SMA Darussalamah duduk di kursi pesakitan Pengadilan Tipikor Jalan Juanda, Selasa (8/4/2014).

Penyidangan itu menghadirkan saksi Wabup Sidoarjo M.G Hadi Sutjipto, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Kekayaaan dan Aset (DPPKA) Joko Sartono, Kepala Dinas PU Cipta Karya Agoes Boedi Tjahyono, dan mantan kepala Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT) Joko Santoso.

Sebelumnya, para pejabat itu sempat meninggalkan lokasi karena sidang tak kunjung dimulai sampai siang hari. Sidang baru dimulai sekitar pukul 16.00. Pemanggilan MG Hadi Sutjipto dan lainnya atas permintaan pihak tim penuntut dari Kejari Sidoarjo.

"Saksi MG Hadi Sutjipto dan Agoes Boedi dihadirkan karena sebelumnya berdinas di Dinas Pendidikan. Saksi Joko Sartono sebagai kepala DPPKA serta Joko Santoso yang pernah menjabat sekretaris DPPKA," ucap JPU Wahyu.

Dari kesaksian para pejabat itu, semua mengaku tidak mengetahui kasus itu. "Saya tidak mengetahui kejadian itu. Sebab, dalam program itu, fungsi Dispendik hanya sebatas mengetahui,” ujar MG Hadi Sutjipto dalam kesaksiannya.

Dalam kasus tersebut, Thofur didakwa melakukan markup dan penggelapan dana insentif guru swasta. Dalam APBD tahun 2008-2012 silam, Pemkab mengalokasikan dana itu bagi seluruh guru non-negeri. Nominalnya adalah Rp 200 per bulan, tapi tidak sampai pada guru SMA Darussalamah.

Dana itu diduga diselewengkan Thofur dan kasusnya mencuat setelah para guru di sekolah itu mengetahui jika di sekolah lain mendapat jatah intensif. Kasus itu juga dilaporkan ke Polres Sidoarjo. Dari hasil penyidikan, total dana intensif guru di sekolah tersebut yang digelapkan sang Kasek senilai Rp 94,4 juta. (ARZ)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Gresik News 1 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger